Yahoo diretas lagi, satu miliar akun jadi korban
06.05
Add Comment
CALIFORNIA - Pada September 2016 lalu, Yahoo melaporkan kalau ada 500 juta penggunanya menjadi korban peretasan. Hingga saat ini, jumlah tersebut meningkat tajam menjadi satu miliar pengguna.
Saat ini, Yahoo belum berhasil menemukan ataupun mengidentifikasi siapa yang meretas. Yahoo masih akan terus menyelidiki oknum di balik kejahatan dunia maya, yang menimpa perusahaan dan berimplikasi terhadap pengguna. Ini sebagaimana yang masif dilaporkan media-media di Amerika Serikat (AS).
Dalam lima tahun terakhir, Yahoo sudah beberapa kali menjadi korban peretasan. Bahkan, pada 2013 nama dan beberapa data individu berhasil diretas hingga alamat dan password emailnya.
Saat Yahoo mengakui akunnya dibobol, angka 500 juta saja sudah cukup besar apalagi saat ini yang sudah mencapai satu miliar, yang tentunya menurunkan kredibilitas Yahoo.
Padahal, beberapa bulan lalu sebuah perusahaan telekomunikasi, Verizon sudah sepakat akan membeli Yahoo dengan nilai 4,83 miliar dolar AS atau setara Rp 64,5 triliun. Sampai saat ini proses akuisisi pun masih berlangsung yang diperkirakan akan tuntas 2017 mendatang.
Kendati demikian, pada Oktober 2016 Verizon mengindikasikan untuk bernegosiasi ulang terkait harga menyusul terungkapnya kasus peretasan Yahoo ke permukaan.
Verizon telah mempelajari kelemahan sistem keamanan Yahoo selama beberapa minggu terakhir, dan Verizon siap membicarakan ulang kesepakatan harga dengan Yahoo.
Juru bicara Yahoo mengungkapkan pihaknya optimistis peretasan yang terjadi tidak akan mengguncang nilai perusahaannya.
Seperti diketahui, sebelumnya pada 2015 Yahoo memutuskan menutup kantornya di Tiongkok. Hal itu sebagai langkah efisiensi mengikuti kebijakan serupa di Indonesia atau Vietnam yang sudah lebih dulu ditutup.
Sekitar 200 hingga 300 karyawan Yahoo di Tiongkok terimbas PHK. Yahoo sebenarnya tidak menawarkan layanan khusus di Tiongkok, dan kantor yang ditutup itu digunakan sebagai pusat riset dan pengembangan.
Penutupan kantor Yahoo di Tiongkok dianggap masuk akal. Pasalnya, bisa dibilang Yahoo tidak menghasilkan apa-apa di Negeri Panda tersebut.
Managing Director China Market Research, Shaun Rein mengatakan, fasilitas riset dan pengembangan mereka berbiaya tinggi dan untuk perusahaan selemah Yahoo, hal itu tak masuk akal.
Ia menambahkan, Yahoo tidak signifikan di Tiongkok. “Mereka tidak bisa merekrut orang-orang terbaik dan perusahaan Tiongkok tidak memasang iklan di Yahoo," bebernya.
Di bawah kepemimpinan CEO Marissa Mayer, Yahoo memang giat melakukan aksi restrukturisasi untuk menekan biaya dan juga karena tekanan investor. Dalam dua tahun terakhir, Yahoo telah mem-PHK banyak karyawan.
Pada 2015 lalu, Yahoo juga menutup kantornya di Jakarta. Produk dan layanan Yahoo memang tetap bisa dinikmati di Indonesia, hanya semua aktivitas Yahoo di Indonesia dipantau dan dikendalikan kantor Yahoo di Singapura.
"Yahoo tetap berkomitmen di Indonesia, dan melanjutkan menawarkan produk berkualitas dengan pengalaman menakjubkan kepada pengguna dan mitra pengiklan kami," kata Head Corporate Communications Yahoo India and South East Asia Barsha Panda beberapa waktu lalu.

0 Response to "Yahoo diretas lagi, satu miliar akun jadi korban"
Posting Komentar